Penangkapan 2 Jurnalis di Mesir, Salah Satunya Positif Covid-19

Penangkapan 2 Jurnalis di Mesir, Salah Satunya Positif Covid-19

Penangkapan 2 Jurnalis di Mesir, Salah Satunya Positif Covid-19 – Dalam rangka membersihkan media berita selama masa pademi, pasukan keamanan kota Mesir melakukan penangkapan terhadap 2 orang jurnalis pada. Kejadian penangkapan ini dilaporkan oleh pengawas pers internasional Mesir pada hari Jumat (4/9/2020). Yang mengejutkan adalah salah satu jurnalis yang ditangkap ini positif menderita Covid-19.
Hany Greisha dan El-Sayed Shehta yang bekerja sebagai editor jurnalis Al-Youm Al-Sabae atau Day 7, outlet berita terkemuka yang selama ini selalu pro-pemerintah. Kedua editor ini ditangkap secara terpisah tanpa peringatan pada akhir Agustus. Hal ini disampaikan oleh Komite Perlindungan Jurnalis. Dalam penangkapan yang dilanjutkan dengan penyelidikan, Greisha dijatuhi masa penahanan 15 hari dengan tuduhan penyebaran berita palsu dan atas aksinya yang bergabung dengan kelompok teroris. Pernyataan ini disampaikan oleh CPJ dengan mengutip keteragan-keterangan resmi yang disampaikan oleh keluarga Greisha kepada para Sindikat Jurnalis Mesir.

Akhir-akhir ini, semenjak masa kepemimpinan Presiden Abdel Fattah el-Sissi, jaksa penuntut Mesir semakin sibuk mengajukan tuduhan-tuduhan dalam bidang kasus terorisme yang tidak jelas kepada para wartawan, jurnalis, kritikus online, aktivis. Akibat semakin banyaknya kejadian penangkapan wartawan dan koleganya ini, pemerintah Abdel Fattah el-Sissi banyak mendapat kecaman dan cemoohan dari para pengawas hak asasi manusia.

Kejadian penggerebekan berlangsung lagi awal pekan ini. Target penggerebekan ini tidak lain adalah Shehta di Mesir Utara. Dalam penggerebekan ini kelompok keamanan Mesir menyita beberapa barang pribadi yang dianggap sebagai bukti mulai dari ponsel pribadi, uang, PC dan sejumlah kartu identitas miliknya. Kelanjutan dari penangkapan ini hingga kini masih belum jelas, apakah Shehta akan meghadapi dakwaan atau hanya ditahan untuk penyelidikan. Ketika terjadi penangkapan, istri Shehta mengatakan suaminya, Shehta selaku wakil direktur pelaksana di perusahaan IDN Poker ini tengah berada di karantina karena dirinya sudah beberapa hari dinyatakan positif terserang virus corona.

Dalam proses penangkapannya ini, ketika sampai di kantor polisi di kota Zigazig Delta Nil, Shehta lantas pingsan tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit kota Zigazig Delta Nil. Bahkan ketika dirinya terbaring lemas di rumah sakit, tangannya pun tetap terlihat terbelenggu borgol milik polisi.

Anehnya, terkait kejadian penagkapan-penangkapan para jurnalis dan wartawan ini hingga saat ini belum disampaikan keterangan resmi oleh Kementrian Dalam Negeri kepada The Associated Press dan juga tidak merespon panggilan wartawan untuk menyampaikan komentar. Hingga saat ini masyarakat dan pers belum mendapat kejelasan mengapa kedua editor tersebut dijadikan target para pasukan kemanan. Semua kejadian penangkapan dan kontrol ketat atas media tradisional berada di bawah Undang-Undang Kontraterorisme Mesir. Dengan landasan regulasi ini pemerintah Mesir lantas menggerakkan para pihak berwenang dalam menindak segala macam bentuk perbedaan pendapat yang disampaikan oleh warganya.

Banyaknya jumlah jurnalis di outlet media kepunyaan negara yang dipenjara akhir-akhir ini terangkum dan dihitung secara pasti oleh Amnesty International dalalm laporan awal tahunnya. Dalam laporannya ini, mayoritas jurnalis ini ditangkap karena memiliki dan menyampaikan dengan berani pandangan-pandanganya yang berbeda dengan pemerintah dan membagikannya di situs-situs media sosial pribadi mereka.
Masyarakat menilai banyaknya penangkapan yang terjadi pada jurnalis akhir-akhir ini adalah karena beberapa pendapat jurnalis yang mengkritik dan mempertanyakan statistik virus di negara Mesir. Selain itu, banyaknya dokter yang mulai tumbang dan mengeluh dengan kondisi kerjanya juga memicu kritik para jurnalis terhadap pemerintah. Tercatat hingga hari Jumat, Mesir melaporkan kasus covid-19 menembus angka 99.000 kasus, dengan 5.479 angka kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!