Mesir Pindahkan Belasan Mumi Firaun ke Museum Baru

Informasi Kairo

Mesir Pindahkan Belasan Mumi Firaun ke Museum Baru – Orang Mesir melihat cara pemindahan belasan mumi Firaun nan memiliki di bunda kota mereka, Kairo Iring- iringan elegan berjudul Ambalan Kencana Firaun yang menghabiskan jutaan dollar ini diselenggarakan buat memindahkan 22 mumi penguasa Mesir- 18 raja serta 4 ratu- dari Museum Mesir mengarah museum terkini bernama Museum Nasional Peradaban Mesir sepanjang 5 km.

Mesir Pindahkan Belasan Mumi Firaun ke Museum Baru

cairoportal.com – Dengan penjagaan kencang, antrean ambalan mumi- mumi Firaun itu diatur bagi era kewenangan mereka—dari penguasa Bangsa ke- 17 Seqenenre Taa II sampai Ramses IX yang berdaulat pada era ke- 12 SM. Ambalan ini terlaksana satu tahun sehabis Mesir hadapi ekskalasi cepat permasalahan Covid- 19.

Baru- baru ini, penguasa mencabut pantangan melangsungkan kegiatan gerombolan massa di tempat terbuka, bersamaan dengan penyusutan jumlah permasalahan Covid- 19 serta jumlah kematian.

Baca Juga : Kehidupan Sang Pionir Pembaharu Mesir, Firaun Akhenaten

Salah satu energi raih penting pada kegiatan itu merupakan Raja Ramses II, firaun sangat terkenal pada masa Kerajaan Terkini. Ia berdaulat sepanjang 67 tahun serta dikenang atas penandatanganan traktat perdamaian awal.

Penguasa yang lain yang jadi pancaran merupakan Istri raja Hatshepsut. Ia jadi penguasa walaupun wanita pada zamannya tidak umum jadi firaun. Tiap mumi dibawa memakai alat transportasi berdandan yang dilengkapi peredam mendadak serta dikelilingi voorrijder, tercantum replika sepur perang.

Spesial buat memindahkan para mumi firaun ini, penguasa Mesir dengan cara spesial menaruh mereka di dalam kotak bermuatan nitrogen selaku penjaga dari situasi eksternal. Arah ke museum terkini pula diaspal balik supaya ekspedisi lebih lembut.”

Departemen Pariwisata serta Kepurbakalaan melaksanakan yang terbaik untuk membenarkan mumi- mumi ini normal, terpelihara, serta terletak dalam area yang suhunya dikendalikan,” tutur Salima Penghormatan, guru besar ilmu Mesir Kuno dari American University di Kairo.

Para mumi firaun itu ditemui antara 1881 serta 1898 di 2 antara reruntuhan di Thebes, bunda kota Mesir Kuno. Dikala ini area itu bernama Luxor.” Mumi- mumi itu telah banyak dipindahkan di Kairo serta tadinya di Thebes, kala mereka dipindahkan dari kuburan tiap- tiap ke tempat lain buat keamanan,” tutur Dokter Penghormatan.

Beberapa besar mumi penguasa kuno Mesir dibawa dari Luxor ke Kairo memakai kapal melewati Bengawan Nil. Tetapi terdapat beberapa yang dipindahkan mengenakan sepur kategori satu. Sepanjang satu era terakhir, mumi- mumi firaun itu ditempatkan di Museum Mesir serta didatangi para wisatawan dari semua bumi.

Ngarai raja- raja

Ngarai Raja- raja( Bahasa Arab:واديالملوك Wādī angkatan laut(AL) Mulūk), kadangkala kala diucap Ngarai Pintu Raja- raja( Arab:واديابوابالملوك Wādī Abwāb angkatan laut(AL) Mulūk), yakni suatu ngarai di Mesir di mana untuk tempoh nyaris 500 tahun dari era ke- 16 sampai ke- 11 SM, makam- makam dibina buat para Firaun serta para adiwangsa Kerajaan Baharu( wangsa Kelapan simpati sampai Kedua puluh) Mesir Purba.

Ngarai terdapat pada tebing barat Bengawan Nil, berdekatan Thebes( Luxor moden), di dalam pusat Nekropolis Thebes. Wadi terdiri dari 2 ngarai, Ngarai Timur( di mana terletaknya majoriti kuburan diraja) serta Ngarai Barat.

Penguasa Mesir berambisi museum terkini yang dibuka seluruhnya bulan ini, hendak mendesak revitalisasi pariwisata—sumber penting devisa untuk negeri itu. Alasannya, sepanjang satu dasawarsa terakhir, pabrik pariwisata negeri itu diterpa permasalahan politik dalam negara serta baru- baru ini, endemi. Pemindahan mumi- mumi itu disaksikan pula para peminat Mesir Kuno dari semua bumi lewat internet.

Bila mau memandang langsung, khalayak bisa berkunjung ke Museum Nasional Peradaban Mesir. Di museum itu, mumi- mumi itu ditempatkan di Royal Hall of Mummies serta khalayak dapat melihatnya mulai 18 April kelak. Auditorium itu didesain dengan cara spesial alhasil para pengunjugn dapat menikmati khayalan seakan terletak di Ngarai Raja- Raja di Luxor. Dengan cara terpisah, Museum Besar Mesir yang terkini hendak memperlihatkan koleksi Tutankhamun tahun depan, dekat dengan Limas Raksasa di Giza.

Sumpah para firaun

Walaupun ditatap selaku kegiatan luar biasa serta mengasyikkan, mumi- mumi Mesir pula berhubungan dengan dongeng serta kengerian. Baru- baru ini, Mesir hadapi serangkaian musibah. Minggu kemudian, puluhan orang berpulang dalam musibah sepur di Sohag, Mesir.

Baca Juga : Dinasti politik Congo Presiden Mempersiapkan Putra Mereka Untuk Berkuasa

Ada pula sekurang- kurangnya 18 orang berpulang kala suatu gedung ambruk di Kairo. Setelah itu, ketika perencanaan dicoba buat memindahkan para mumi, Terusan Suez tertahan oleh kapal barang MS Ever Given sepanjang nyaris seminggu. Beberapa warganet mempersoalkan apakah dongeng sumpah para firaun merupakan pemicu serangkaian peristiwa itu.

Terbebas dari persoalan itu, etika memajang mumi- mumi Mesir Kuno pula diperdebatkan semenjak lama. Banyak kaum cerdik cendekia Orang islam beriktikad jenazah sepatutnya diperlakukan dengan segan, ternyata dipajang serta ditonton khalayak marak. Pada 1980, Kepala negara Anwar Siuman menginstruksikan Ruang Mumi di Museum Mesir ditutup. Baginya, memajang mumi serupa saja menodai jenazah. Ia mau mumi- mumi itu kembali dimakamkan, tetapi ambisinya tidak terkabul.

The sumpah firaun ataupun sumpah mumi merupakan sumpah diprediksi dilemparkan di atas siapa saja yang mengusik mumi dari Mesir kuno, paling utama firaun. Sumpah yang tidak melainkan pencuri serta arkeolog ini diklaim bisa menimbulkan kodrat sial, penyakit, ataupun kematian. Semenjak medio era ke- 20, banyak pengarang serta film dokumenter beranggapan kalau sumpah itu jelas dalam maksud mempunyai pemicu yang bisa dipaparkan dengan cara objektif semacam kuman ataupun radiasi.

Tetapi, asal- usul modern dari cerita sumpah mumi Mesir, kemajuannya paling utama dalam adat Eropa, perpindahan dari guna- guna ke ilmu buat menarangkan sumpah, serta pergantian penggunaannya—dari menyumpahi kendala orang mati jadi menghibur pemirsa film horor—menunjukkan kalau sumpah Mesir merupakan paling utama kejadian adat, bukan objektif.

Terkadang terdapat ilustrasi sumpah kuno asli yang timbul di dalam ataupun di depan kuburan, semacam dalam permasalahan mastaba Khentika Ikhekhi dari Bangsa ke- 6 di Saqqara. Ini kelihatannya tertuju pada para pemimpin ka buat mencegah kuburan dengan hati- hati serta melindungi keaslian ritualnya dari selaku peringatan untuk calon begal. Terdapat narasi sumpah kembali ke era ke- 19, namun mereka berkeluk dobel sehabis temuan kuburan Tutankhamun Howard Menyewa.

Walaupun kesalahpahaman terkenal, tidak terdapat sumpah ditemui tercatat di kuburan Firaun. Fakta sumpah yang berhubungan dengan Tutankhamun dikira amat sedikit sehinggaDonald B. Redford melihatnya selaku” tepuk tangan yang tidak terkontaminasi”.

Sumpah Makam

Sumpah yang berhubungan dengan kuburan amat tidak sering, bisa jadi sebab buah pikiran penodaan semacam itu tidak terpikirkan serta apalagi beresiko buat dicatat dengan cara tercatat. Mereka sangat kerap timbul di kuburan individu di masa Kerajaan Lama. Kuburan Ankhtifi( bangsa ke- 9- 10) bermuatan peringatan:” tiap penguasa yang. hendak melaksanakan kesalahan ataupun kesalahan kepada boks mati ini.

mudah- mudahan Hemen([dewa lokal]) tidak menyambut benda apa juga yang ia tawarkan, serta mudah- mudahan pakar warisnya tidak memperoleh”. Kuburan Khentika Ikhekhi( bangsa ke- 9- 10) bermuatan prasasti:” Ada pula seluruh orang yang hendak merambah makamku ini. tidak asli. hendak terdapat penghakiman. akhir hendak terbuat menurutnya. Saya hendak membekuk lehernya semacam burung. Saya hendak melemparkan rasa khawatir diriku ke dalam dirinya”.

Sumpah sehabis masa Kerajaan Lama kurang biasa walaupun lebih akut, sering- kali mengakibatkan amarah Thoth ataupun kebangkrutan Sekhemet. Zahi Hawass mengambil ilustrasi sumpah:” Terkutuklah mereka yang mengusik sisa Firaun. Mereka yang hendak membongkar cap kuburan ini hendak menemui kematian oleh penyakit yang tidak bisa di nyatakan oleh dokter.”